Selasa, 22 November 2016

Cinta ibarat tali yang tertambat


                                                                     Diselesaikan di Bogor, 23 November 2016

Hehehe,,. Kembali kutulis sedikit perihal cinta, walau ini sebenarnya ambur-adul yah sekedar menyalurkan hobby menulisku saja.

“Andai cinta ibarat tali yang tertambat, maka ikatlah tali itu sekuat yang kau bisa lepaskan, karena kelak yang pilih belum tentu dipilihNya untukmu”
Kok, jadi bahas masalah tali-menali sih,. Hehehe

Iya,. Maaf, saya masih keluarga besar pelaut, masih terikat dengan nilai-nilai kepelautan, pake tali lah, tambat lah, inilah itulah,. Jadi makin gak penting nih tulisannya,. Hehehe sabar yah pemirsaa !!

Lanjuutt,,. Cinta sebenarnya sederhana,. Seperti yang kita fahami bersama, cinta itu hanya ada dua pilihan saja, “Halalkan atau Ikhlaskan”,. Kesimpulannya, andai nanti kita memiliki rasa cinta, yah tolak ukunya hanya itu, jadi tetap NO COUPLE UNTIL AKAD yah,. Hehehe

Terus, kenapa quotes diatas harus pakai tali untuk analoginya,.??? Hehehe,.Kembali lagi, I’m a member of Seafarers Family,. And I’m proud it. Alasan lain yah supaya mudah dicernah aja sih sebenarnya., kayak Mie Pangsitnya Mas yang di pinggir jalan itu lho harapannya,,. hihii

Rumit yah kalau ngomongnya masalah cinta, setiap orang punya persepsi yang berbeda satu dengan yang lainnya, tapi satu aturan dasar yang harus kita jadikan prinsip “Cinta itu tidak pernah berani melanggar aturanNya” jadi kalau mulai bertingkah yang aneh-aneh diluar Perintah dan LaranganNya, awas itu bukan cinta lagi lho mungkin syahwat dan antek-anteknya kali yah. Sesederhana itu tapi rumit kan ??? Eiitsss,,. tapi jangan bingung yah, soalnya ku juga bingung ini mau nulis apa lagi,. Hehehe

Ok,. Jadi aturannya udah,. Cinta boleh tapi jangan dilanggar yah aturanNya, termasuk tidak boleh mengumbarnya,. Paling tepat minta aja sama ALLAH supaya gak ada yang bisa nolak lagi,,. Kalaupun doi nya mau nolak juga percuma, intinya pasti akan cinta juga endingnya, doi nya paling bisa elus dada aja,. Hehehe bercanda pemirsa,,.

Kenapa cinta pada makhluk tidak boleh terlalu kuat, layaknya tali di atas tidak boleh terlalu erat ,.??? Yah,, intinya jangan sampai melebihi cinta kita pada Sang Khalik, itu aja intinya,. terus kenapa harus pakai inti,.??? Atur aja dahh,. hehehe !!

Cinta yang berlebihan pada makhluk termasuk sama si doi itu gak boleh,, itu sudah melanggar fitrah manusia sebagai makhlukNya,, dan yang paling mungkin kita rasakan adalah sakit yang luar biasa andai kita cinta sama si doi terus gak bisa dihalalin,. Sakit nya tuh bukan cuma disini, sakitnya bisa dimana-mana tau,. Ngeri kan, hehehe
Kita harus belajar dari banyak kasus, bahwa banyak orang yang terpuruk bahkan banyak yang rela meregang nyawa  karena tak mampu beranjak dan mengikhlaskan pujaan hatinya,, ciieee pujaan hati,... Tapi ini serius lho.,

Ada Prof. Hamka, ada Pak Habibie ,,. Sekaliber mereka aja masih terpuruk karena cinta pada mendiang istrinya, padahal seperti yang kita tahu, mereka punya IQ, EQ dan SQ yang woowww,,. Tapi itu contoh yang positif,. Karena mereka menghalalkannya dulu baru jatuh cinta pada titik terdalam sebagai makhluk,, bukannya pacaran dan hanyut dalam maksiat,,. Eittsss, maksudnya kalau ada yang masih pacaran,,. hehehe

Kalau cuma sekedar suka, apalagi statusnya cuma pacar,, sudahlah haram, bikin down lagi, bahkan banyak yang bertingkah yang aneh-aneh atas nama romantisme,,. Saya pun tak pandai tapi menurutku makhluk yang seperti itu harusnya belajar lagi deh tentang hakikat cinta,,. Hehehe Hakikat oh hakikat,,.

Well,. Kesimpulannya sih dari Quotes di atas,
v  Cinta boleh-boleh saja, tapi aturanNya jangan dilanggar yah,
v  Cinta jangan sampai lebih dari cara kita mencintai Sang Khalik,
v  Perjuangkan cinta yang kamu yakini dengan banyak berdoa, usaha untuk menghalalkannya, bukan yang lain,
v   Memperbaiki diri, karena Al-Quran jelas mengatakan yang baik untuk yang baik, jadi tak perlu risau lah yah,
v  Yakinlah bahwa tak ada yang sesempurna pilihan Sang Maha Megetahui.

Hehehee,,. Kayaknya gitu aja deh untuk hari ini, semoga semua urusannya dilancarkan, dimurahkan rejekinya dan tetap Istiqomah dalam penantian yah pemirsa !!!



Wassalam,. 

Senin, 21 November 2016

Antara air dan tanaman


                                                                                                        Bogor, 22 November 2016


Lihatlah tanaman yang ada di taman, atau mungkin bunga yang menghias di rumah,

Walau disiram atau letaknya di ruang terbuka sekalipun, mungkin diantara mereka ada yang subur, ada yang layu, bahkan mungkin ada yang mati. Begitulah tanaman tak selamanya butuh penyiraman dengan intensitas yang sama, kebutuhan akan air belumlah tentu sama di semua tanaman dan kita tahu itu.

Air yang melimpah belum tentu akan membuatnya subur, demikian halnya jika ia tak mendapatkan air, pasti lambat laun akan mati.

Yah,. Antara air dan tanaman ada kehidupan juga kematian.
Terlalu tinggi intensitas airnya ia akan mati, terlalu rendah intensitas airnya pun akan mati.

Demikianlah kita bisa mengilhami dari tanaman tentang materi atau harta di dunia ini,. Kita jangan sampai terlena dari jumlah materi dan harta yang melimpah yang justru membunuh fitrah kita sebagai hambah yang harus menyembah kepadaNYa.

Marilah kita kembali mencari kualitas materi yang dimiliki, menjadikan kita semakin dekat dengan ALLAH, bersyukurlah atas segala karunia yang ALLAH berikan, karena ada berkah disana yang tak terhitung jumlahnya.



Jangan tanya bagaimana, karena aku pun masih belajar !!

Jejak-jejak hati yang tersisa

Bogor, 19 November 2016






Kau mungkin tak tahu atau mungkin tak akan pernah tahu,
Jauh di dalam tubuh ini, hatiku sebenarnya merontah,
Tak pernah terucap, walau ia bergejolak hebat dalam raga,
Tak ada kata yang mampu mewakili sekalipun kucipta sendiri,
Tak juga dengan denyut nadi, bahkan ia lebih hebat dari itu,
                Aku bisa tersungkur karenanya,  bahkan mati sekalipun,
                Ternyata sejauh itu kau mampu mengajak hatiku,
                 Rasanya ia tak lagi di dalam raga, hanya sedikit yang bertahan,
                Ia terus mengejar bayangmu,
Sejujurnya aku telah sangat lelah,
Kepala ku tak lagi mampu membujuk hati yang ikut bersamamu untuk kembali,
Ia terus mengajakku ikut bersamanya mengejarmu,
Semua berjalan jauh diluar nalarku,
                Menenangkannya hanya dengan doa walau itu sejenak,
                Selepas itu, ia kembali beranjak mencari bayangmu,
                Setidaknya masih ada sedikit iman di hati yang tersisa untuk melukis jejaknya,
            Ketika nanti tak mampu menemukanmu, masih ada jejak yang ia tinggalkan untuk menuntunnya pulang.


@ascensiorecta