Bogor,
19 November 2016
![]() |
Kau mungkin tak tahu atau mungkin
tak akan pernah tahu,
Jauh di dalam tubuh ini, hatiku sebenarnya
merontah,
Tak pernah terucap, walau ia
bergejolak hebat dalam raga,
Tak ada kata yang mampu mewakili
sekalipun kucipta sendiri,
Tak juga dengan denyut nadi, bahkan
ia lebih hebat dari itu,
Aku
bisa tersungkur karenanya, bahkan mati
sekalipun,
Ternyata
sejauh itu kau mampu mengajak hatiku,
Rasanya ia tak lagi di dalam raga, hanya
sedikit yang bertahan,
Ia
terus mengejar bayangmu,
Sejujurnya aku telah sangat lelah,
Kepala ku tak lagi mampu membujuk
hati yang ikut bersamamu untuk kembali,
Ia terus mengajakku ikut bersamanya
mengejarmu,
Semua berjalan jauh diluar nalarku,
Menenangkannya
hanya dengan doa walau itu sejenak,
Selepas
itu, ia kembali beranjak mencari bayangmu,
Setidaknya
masih ada sedikit iman di hati yang tersisa untuk melukis jejaknya,
Ketika
nanti tak mampu menemukanmu, masih ada jejak yang ia tinggalkan untuk menuntunnya pulang.
@ascensiorecta

Tidak ada komentar:
Posting Komentar