Senin, 21 November 2016

Jejak-jejak hati yang tersisa

Bogor, 19 November 2016






Kau mungkin tak tahu atau mungkin tak akan pernah tahu,
Jauh di dalam tubuh ini, hatiku sebenarnya merontah,
Tak pernah terucap, walau ia bergejolak hebat dalam raga,
Tak ada kata yang mampu mewakili sekalipun kucipta sendiri,
Tak juga dengan denyut nadi, bahkan ia lebih hebat dari itu,
                Aku bisa tersungkur karenanya,  bahkan mati sekalipun,
                Ternyata sejauh itu kau mampu mengajak hatiku,
                 Rasanya ia tak lagi di dalam raga, hanya sedikit yang bertahan,
                Ia terus mengejar bayangmu,
Sejujurnya aku telah sangat lelah,
Kepala ku tak lagi mampu membujuk hati yang ikut bersamamu untuk kembali,
Ia terus mengajakku ikut bersamanya mengejarmu,
Semua berjalan jauh diluar nalarku,
                Menenangkannya hanya dengan doa walau itu sejenak,
                Selepas itu, ia kembali beranjak mencari bayangmu,
                Setidaknya masih ada sedikit iman di hati yang tersisa untuk melukis jejaknya,
            Ketika nanti tak mampu menemukanmu, masih ada jejak yang ia tinggalkan untuk menuntunnya pulang.


@ascensiorecta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar