Diselesaikan di Bogor, 23 November 2016
Hehehe,,. Kembali kutulis sedikit perihal
cinta, walau ini sebenarnya ambur-adul yah sekedar menyalurkan hobby menulisku
saja.
“Andai cinta ibarat tali yang tertambat,
maka ikatlah tali itu sekuat yang kau bisa lepaskan, karena kelak yang pilih
belum tentu dipilihNya untukmu”
Kok, jadi bahas masalah tali-menali sih,. Hehehe
Iya,. Maaf, saya masih keluarga besar
pelaut, masih terikat dengan nilai-nilai kepelautan, pake tali lah, tambat lah,
inilah itulah,. Jadi makin gak penting nih tulisannya,. Hehehe sabar yah
pemirsaa !!
Lanjuutt,,. Cinta sebenarnya sederhana,. Seperti
yang kita fahami bersama, cinta itu hanya ada dua pilihan saja, “Halalkan atau
Ikhlaskan”,. Kesimpulannya, andai nanti kita memiliki rasa cinta, yah tolak
ukunya hanya itu, jadi tetap NO COUPLE UNTIL AKAD yah,. Hehehe
Terus, kenapa quotes diatas harus pakai
tali untuk analoginya,.??? Hehehe,.Kembali lagi, I’m a member of Seafarers
Family,. And I’m proud it. Alasan lain yah supaya mudah dicernah aja sih
sebenarnya., kayak Mie Pangsitnya Mas yang di pinggir jalan itu lho harapannya,,.
hihii
Rumit yah kalau ngomongnya masalah cinta,
setiap orang punya persepsi yang berbeda satu dengan yang lainnya, tapi satu
aturan dasar yang harus kita jadikan prinsip “Cinta itu tidak pernah berani
melanggar aturanNya” jadi kalau mulai bertingkah yang aneh-aneh diluar Perintah
dan LaranganNya, awas itu bukan cinta lagi lho mungkin syahwat dan
antek-anteknya kali yah. Sesederhana itu tapi rumit kan ??? Eiitsss,,. tapi jangan
bingung yah, soalnya ku juga bingung ini mau nulis apa lagi,. Hehehe
Ok,. Jadi aturannya udah,. Cinta boleh tapi
jangan dilanggar yah aturanNya, termasuk tidak boleh mengumbarnya,. Paling tepat
minta aja sama ALLAH supaya gak ada yang bisa nolak lagi,,. Kalaupun doi nya
mau nolak juga percuma, intinya pasti akan cinta juga endingnya, doi nya paling
bisa elus dada aja,. Hehehe bercanda pemirsa,,.
Kenapa cinta pada makhluk tidak boleh
terlalu kuat, layaknya tali di atas tidak boleh terlalu erat ,.??? Yah,,
intinya jangan sampai melebihi cinta kita pada Sang Khalik, itu aja intinya,.
terus kenapa harus pakai inti,.??? Atur aja dahh,. hehehe !!
Cinta yang berlebihan pada makhluk termasuk
sama si doi itu gak boleh,, itu sudah melanggar fitrah manusia sebagai
makhlukNya,, dan yang paling mungkin kita rasakan adalah sakit yang luar biasa
andai kita cinta sama si doi terus gak bisa dihalalin,. Sakit nya tuh bukan cuma
disini, sakitnya bisa dimana-mana tau,. Ngeri kan, hehehe
Kita harus belajar dari banyak kasus, bahwa
banyak orang yang terpuruk bahkan banyak yang rela meregang nyawa karena tak mampu beranjak dan mengikhlaskan
pujaan hatinya,, ciieee pujaan hati,... Tapi ini serius lho.,
Ada Prof. Hamka, ada Pak Habibie ,,. Sekaliber
mereka aja masih terpuruk karena cinta pada mendiang istrinya, padahal seperti
yang kita tahu, mereka punya IQ, EQ dan SQ yang woowww,,. Tapi itu contoh yang
positif,. Karena mereka menghalalkannya dulu baru jatuh cinta pada titik
terdalam sebagai makhluk,, bukannya pacaran dan hanyut dalam maksiat,,. Eittsss,
maksudnya kalau ada yang masih pacaran,,. hehehe
Kalau cuma sekedar suka, apalagi statusnya cuma
pacar,, sudahlah haram, bikin down lagi, bahkan banyak yang bertingkah yang
aneh-aneh atas nama romantisme,,. Saya pun tak pandai tapi menurutku makhluk
yang seperti itu harusnya belajar lagi deh tentang hakikat cinta,,. Hehehe Hakikat
oh hakikat,,.
Well,. Kesimpulannya sih dari Quotes di
atas,
v
Cinta boleh-boleh saja, tapi aturanNya
jangan dilanggar yah,
v
Cinta jangan sampai lebih dari cara kita
mencintai Sang Khalik,
v
Perjuangkan cinta yang kamu yakini dengan
banyak berdoa, usaha untuk menghalalkannya, bukan yang lain,
v
Memperbaiki
diri, karena Al-Quran jelas mengatakan yang baik untuk yang baik, jadi tak
perlu risau lah yah,
v
Yakinlah bahwa tak ada yang sesempurna
pilihan Sang Maha Megetahui.
Hehehee,,. Kayaknya gitu aja deh untuk hari
ini, semoga semua urusannya dilancarkan, dimurahkan rejekinya dan tetap
Istiqomah dalam penantian yah pemirsa !!!
Wassalam,.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar